Pangkep – Peristiwa penikaman terjadi di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu dini hari (11/10/2025). Seorang pria mengalami luka tusuk di bagian pinggul kiri setelah terlibat perkelahian dengan rekannya sendiri.

Polisi menduga insiden tersebut berawal dari kesalahpahaman antara dua teman yang sedang dalam pengaruh minuman keras sepulang dari dermaga.
Berawal dari Cekcok Ringan
Kasat Reskrim Polres Pangkep (nama bisa ditambahkan bila tersedia) menjelaskan, korban dan pelaku awalnya pulang bersama usai berkumpul di sekitar dermaga di wilayah Kecamatan Pangkajene. Dalam perjalanan, keduanya terlibat adu mulut karena kesalahpahaman kecil.
“Dari keterangan saksi, mereka sempat saling dorong dan berdebat. Pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk kemudian mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban di bagian pinggul kiri,” jelasnya.
Korban yang terluka langsung terjatuh dan berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar keributan segera mendatangi lokasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Baca Juga : Nelayan Pangkep Ahmad Sumagga Ditemukan Meninggal Setelah Tiga Hari Pencarian
Pelaku Melarikan Diri, Polisi Lakukan Pengejaran
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban. Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi.
“Saat ini kami telah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran. Tim Resmob Polres Pangkep sudah bergerak untuk menangkap pelaku,” ungkap pihak kepolisian.
Barang bukti berupa senjata tajam jenis badik yang digunakan pelaku turut disita dari lokasi kejadian. Polisi juga mendalami apakah ada unsur lain di balik pertikaian tersebut, selain kesalahpahaman dalam kondisi mabuk.
Imbauan Polisi: Hindari Konsumsi Alkohol Berlebihan
Kasus ini menambah daftar tindak kekerasan yang dipicu oleh konsumsi minuman keras di wilayah Sulawesi Selatan. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
“Banyak kasus penganiayaan bermula dari emosi sesaat akibat pengaruh minuman keras. Kami harap masyarakat dapat menahan diri dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin,” tegas petugas.
Korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara polisi terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang kabur pascakejadian.

















