BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Bupati Pangkep Akui Kapal Ambulans yang Hilang di Laut Makassar Sudah Berusia Tua

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep  – Upaya pencarian kapal ambulans milik Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang hilang kontak di perairan Selat Makassar kini telah memasuki hari keenam.

Kapal tersebut diketahui mengangkut tiga tenaga medis yang sedang dalam tugas memberikan pelayanan kesehatan ke wilayah kepulauan. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian dengan menyisir area laut yang diduga menjadi lokasi terakhir kapal tersebut terpantau.

Klik Disini
Hilang Misterius di Laut Makassar, Kapal Ambulans Belum Juga Terlacak -  ERA.ID
Bupati Pangkep Akui Kapal Ambulans yang Hilang di Laut Makassar Sudah Berusia Tua

Kapal Ambulans Merupakan Armada Lama

Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Muhammad Yusran Lalogau, mengakui bahwa kapal ambulans yang hilang tersebut merupakan kapal lama milik pemerintah daerah yang sudah berusia cukup tua. Meskipun demikian, kapal itu selama ini masih digunakan secara rutin untuk menunjang kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau sekitar Pangkep.

“Kapal itu memang armada lama, tapi selama ini masih berfungsi dengan baik dan sering digunakan untuk mengantarkan tenaga medis serta pasien antar-pulau,” ujar Yusran dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Baca Juga : Menkeu: Tidak Ada Ruang untuk Ego di Proyek Raksasa

Ia menambahkan, kapal ambulans tersebut menjadi salah satu sarana vital dalam menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil. Oleh karena itu, hilangnya kapal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.


Pencarian Terus Dilakukan Tim Gabungan

Tim pencari dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI AL, Polairud, dan relawan setempat terus melakukan operasi pencarian sejak laporan kehilangan diterima. Mereka memanfaatkan peralatan sonar dan pesawat tanpa awak (drone) untuk membantu melacak posisi kapal di area laut yang luas dan memiliki arus cukup kuat.

“Cuaca di sekitar Selat Makassar beberapa hari terakhir cukup ekstrem, dengan gelombang tinggi dan angin kencang yang menjadi tantangan bagi tim di lapangan,” kata Kepala Basarnas Makassar, yang turut memimpin operasi tersebut.

Selain melakukan penyisiran di laut, tim juga berkoordinasi dengan nelayan setempat dan pos pantau pelayaran di daerah pesisir untuk memperoleh informasi tambahan terkait kemungkinan lokasi kapal terdampar atau ditemukan oleh kapal lain yang melintas.


Pemkab Evaluasi Armada dan Sistem Keselamatan Laut

Bupati Yusran menyampaikan rasa prihatin dan berharap seluruh awak kapal serta tenaga medis yang berada di dalamnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi armada laut milik pemerintah daerah, termasuk peningkatan standar keselamatan dan perawatan kapal.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan armada pelayanan publik benar-benar dalam kondisi layak laut sebelum beroperasi. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat agar ada bantuan kapal baru untuk menunjang pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pangkep mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus mendukung proses pencarian melalui doa, sembari berharap agar seluruh korban dapat segera ditemukan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *