BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Dosen Ekonomi UNM Latih Ibu-ibu Bonto Perak Pangkep Olah Bandeng Jadi Pempek dan Dimsum

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep – Inovasi olahan ikan bandeng kembali hadir dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sejumlah dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, untuk mengolah bandeng menjadi makanan bernilai jual tinggi seperti pempek dan dimsum.

Dosen Ekonomi UNM Latih Ibu-ibu Bonto Perak Pangkep Olah Bandeng Jadi Pempek  dan Dinsum - Tribun-timur.com
Dosen Ekonomi UNM Latih Ibu-ibu Bonto Perak Pangkep Olah Bandeng Jadi Pempek dan Dimsum

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat perguruan tinggi. Tujuannya tidak hanya meningkatkan keterampilan warga, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal.

Klik Disini

Ketua tim dosen UNM menjelaskan, Pangkep dikenal sebagai daerah penghasil ikan bandeng terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, hasil tangkapan ikan selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah. Karena itu, perlu inovasi agar bandeng memiliki nilai tambah.

Baca Juga : Berulang Kali Ketum IKA Nurdin Halid Bagi Umrah Gratis di Jalan Sehat UNM

“Kalau dijadikan pempek atau dimsum, harga jual bandeng bisa meningkat berkali lipat. Selain itu, produk olahan ini punya peluang besar menembus pasar kuliner modern,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung dengan metode praktik langsung. Para peserta diperkenalkan cara membersihkan duri bandeng, mengolah dagingnya menjadi adonan, hingga membentuk pempek dan dimsum dengan berbagai variasi rasa. Tak hanya itu, tim dosen juga memberikan edukasi mengenai pengemasan, higienitas, serta strategi pemasaran.

Salah satu peserta, ibu rumah tangga setempat, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan tersebut. “Selama ini kami hanya jual bandeng mentah di pasar dengan keuntungan kecil. Setelah tahu cara membuat pempek dan dimsum, kami jadi punya ide untuk jualan makanan olahan yang lebih menguntungkan,” ujarnya dengan semangat.

Selain mengajarkan teknik produksi, tim dosen juga menekankan pentingnya branding dan pemasaran digital. Mereka mendorong ibu-ibu Bonto Perak untuk memanfaatkan media sosial dalam promosi, serta membentuk kelompok usaha kecil agar lebih mudah mendapatkan dukungan permodalan dari pemerintah maupun lembaga keuangan.

Pemerintah setempat menyambut baik program ini dan berjanji memberikan pendampingan lanjutan. Diharapkan, olahan bandeng khas Bonto Perak dapat menjadi ikon kuliner Pangkep sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Dengan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, bandeng tidak lagi sekadar produk perikanan, tetapi bisa menjadi sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *