BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Heboh Perahu Nelayan Berlayar Tanpa Awak di Pulau Balang Caddi Pangkep

banner 120x600
banner 800x150

Pangkep – Warga Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan penemuan sebuah kapal motor nelayan yang berlayar sendiri tanpa awak. Peristiwa ini terjadi di perairan Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Minggu (21/9/2025) sekitar pukul 15.00 Wita. Kapal tersebut diketahui milik seorang nelayan berinisial R (45) yang sebelumnya dilaporkan melaut sejak pukul 06.00 Wita.

Nelayan Pangkep Hilang, Kapal Ditemukan Berputar Tanpa Nahkoda di Laut
Heboh Perahu Nelayan Berlayar Tanpa Awak di Pulau Balang Caddi Pangkep

Kepala Desa Bulucindea, Made Ali, membenarkan kejadian tersebut. “Kami dapat laporan ada nelayan yang hilang ketika melaut. Kapalnya ditemukan dalam keadaan melaju dan tanpa awak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (22/9/2025).

Klik Disini

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan warga, kapal motor milik R awalnya terlihat berlayar di sekitar wilayah tangkapan ikan. Namun, pada sore hari, warga dikejutkan karena kapal itu justru bergerak tanpa kendali, tanpa terlihat sosok sang pemilik di dalamnya. Dugaan sementara, nelayan tersebut terjatuh ke laut saat sedang beraktivitas.

Baca Juga : Penumpang KM Tidar yang Lompat ke Laut Ditemukan Tewas di Perairan Pangkep 

Warga sekitar bersama aparat desa kemudian berusaha menghentikan laju kapal untuk memastikan kondisi di dalamnya. Setelah berhasil diamankan, tidak ditemukan siapa pun di atas kapal, hanya tersisa sejumlah peralatan melaut yang masih utuh.

Upaya Pencarian

Menindaklanjuti laporan hilangnya nelayan, tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Pulau Balang Caddi. Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan kapal motor, dibantu dengan peralatan sonar sederhana.

“Pencarian difokuskan di radius beberapa mil dari lokasi ditemukannya kapal, mengingat arus laut cukup deras sehingga kemungkinan korban terbawa arus sangat besar,” kata salah satu petugas Basarnas.

Kekhawatiran Keluarga dan Warga

Keluarga korban hingga kini masih berharap R dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Warga setempat pun ikut menyampaikan keprihatinan dan berbondong-bondong membantu proses pencarian. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir akan pentingnya perlengkapan keselamatan saat melaut, seperti pelampung dan alat komunikasi darurat.

Kepala Desa Made Ali juga mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati, terutama ketika melaut seorang diri. “Keselamatan harus diutamakan. Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan, sementara kapal nelayan yang ditemukan tanpa awak sudah diamankan di dermaga setempat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *