Pangkep – Upaya pencarian terhadap kapal ambulans laut yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Makassar, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, hingga Kamis (16/10/2025) masih belum membuahkan hasil.
Tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) terus melanjutkan operasi pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan kapal sebelum hilang kontak.

Pencarian Dilanjutkan ke Jalur Barat
Kepala Seksi Operasi Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa hingga hari kedua operasi, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun awaknya. “Tadi malam tim sempat memantau kondisi cuaca di sekitar Pulau Dewakkang. Dan hari ini pencarian kembali dilanjutkan di jalur sebelah barat, mengikuti arus laut setempat,” ujarnya.
Menurutnya, pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk personel Basarnas, TNI AL, Polairud, dan nelayan setempat. Tim juga menggunakan peralatan navigasi dan kapal cepat untuk memperluas area pencarian di sekitar titik terakhir kapal dilaporkan beroperasi.
Baca Juga : KN Kamajaya dikerahkan cari ambulans laut hilang di Selat Makassar
Cuaca dan Arus Laut Jadi Kendala
Andi Sultan menambahkan, kondisi cuaca dan arus laut di sekitar Selat Makassar menjadi salah satu kendala utama dalam operasi ini. Angin kencang serta gelombang tinggi membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Meski demikian, tim SAR tetap berupaya maksimal untuk menemukan kapal tersebut.
“Kami tetap fokus dan berhati-hati. Kondisi arus cukup kuat dan jarak pandang di laut juga terbatas, namun pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu yang ditetapkan,” jelasnya.
Kapal Hilang Saat Tugas Medis
Kapal ambulans laut tersebut diketahui sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan tugas medis antar-pulau saat hilang kontak. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai jumlah awak kapal maupun pasien yang berada di dalamnya. Basarnas masih mengumpulkan informasi tambahan dari pihak Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah untuk memastikan data lengkap terkait misi kapal tersebut.
Basarnas Minta Dukungan dan Doa
Pihak Basarnas meminta masyarakat sekitar pesisir dan nelayan untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau serpihan yang mencurigakan di laut. “Kami berharap dukungan masyarakat serta doa agar tim dapat segera menemukan kapal dan seluruh penumpangnya dalam keadaan selamat,” tutup Andi Sultan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung dengan fokus penyisiran di wilayah barat Pulau Dewakkang dan sekitarnya.

















